Senin, 11 Agustus 2008

Koruptor dan Mutilasi

Entah apa yang ada di benak Verry Idham Henyansyah alias ryan (penggila kaum sejenis-homoseks dan pelaku mutilasi) begitu tega melakukan 10 pembunuhan dan 1 (satu) korban yang terakhir dibunuh tanpa ampun dengan diakhiri dengan dimutilasi (dipotong-potong) setelah sebelumnya menikmati kepuasan syahwat dengan korbannya. Dan kalau kita lihat dalam tayangan TV, terpancar wajah tanpa dosa-yang tidak menampakan bahwa dia seorang mutilator sejati. Dari penjelasan sementara pihak kepolisian ternyata motif yang dia lakukan hanya masalah ekonomi, artinya melakukan pembunuhan dan melakukan mutilasi tidak lebih upaya mendapatkan harta benda dari si korban mengingat ryan adalah seorang penggangguran yang berusaha menggapai kehidupan megapolitan yang serba gemerlap agar dapat dikatakan sukses. Upaya pembunuhan dilakukan sebagai jalan pintas untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup selama di kota Jakarta.

Jalan pintas untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup dalam sekejap (hedonism) nampaknya sudah menjadi hal yang lumrah, contoh lain pelaku korupsi (beberapa oknum anggota DPR dan banyak oknum pemimpin daerah serta oknum jaksa) bisa kita lihat. Betapa perilaku kongkalikong yang mereka lakukan tidak hanya merugikan negara juga meruntuhkan perekonomian bangsa ini. Konon, upaya yang mereka lakukan agar bisa duduk menjadi anggota legislatif lagi dengan cara menyetor sejumlah uang dengan jumlah nol dibelakangnya mencapai 9 - 10 digit, tentunya setoran tersebut tidaklah bisa disebut kecil jumlahnya.

Adalah negara China yang menghukum mati pelaku korup yang dilakukan bagi seluruh anggota politbiro (partai komunis china) tanpa kecuali. Tercatat sudah mencapai ratusan orang koruptor di china yang mendapatkan hukuman eksekusi mati baik melalui tiang gantungan maupun ditembak mati dihadapan regu tembak dan agaknya efek dari hukuman mati itu cukup efektif menahan laju perilaku korup. Dampaknya terlihat efisiensi keuangan dan ekonomi china mengalami booming yang cukup menakjubkan.

Indonesia, agaknya patut meniru tindakan dan langkah negara china yang memperlakukan koruptor dengan hukuman mati meski dengan cara lain, misalnya dilakukan mutilasi sehingga dapat memberikan dua efek yang sangat menakutkan. Pertama, kabar akan adanya hukuman mati dan kedua, jalan hukuman mati adalah dimutilasi. Harapannya begitu mendengar adanya hukuman mati dengan jalan mutilasi akan memberikan rasa takut yang amat sangat untuk tidak korup baik yang jumlahnya kecil maupun besar sehingga dalam jangka pendek maupun panjang perilaku korup akan hilang dan dapat menghancurkan sendi-sendi ekonomi rakyat . Mutilasi bagi koruptor, mengapa tidak????

Sekadar mengingatkan bahwa pada era 1980-an, tatkala di Indonesia yang saat itu masih dipimpin oleh Presiden Suharto (dan sebagai pencetus) pernah melaksanakan operasi siluman "penembakan misterius (petrus)" yang notabene merupakan upaya pemberantasan kejahatan. Kalau kita perhatikan ternyata saat itu operasi tersebut tidak hanya menimbulkan efek kejut (shock teraphy) bagi dunia kejahatan namun menghasilkan tingkat efektifitas yang tinggi sehingga dapat menekan bahkan menghilangkan tindak kejahatan yang ada saat itu.

1 komentar:

  1. yes, we do have corruptors. so, lets handle them before they extinct.. :)

    BalasHapus