Rabu, 30 April 2008

Membakar Masjid Milik Jamaah Ahmadiyah, Apa Perlu?

Akhir-akhir ini banyak diperoleh kabar adanya aksi teror terhadap Jamaah Ahmadiyah, khususnya merusak dan membakar asset milik ahmadiyah terutama masjid, seperti yang terjadi pada masjid ahmadiyah di Sukabumi-Jawa Barat. Padahal, kita mengerti dan paham betul bahwa masjid adalah rumah Allah SWT yang harus dijaga dan dipelihara untuk kemaslahatan umat.
Jujur saja, saya pribadi, sependapat dengan Majelis Umat Islam (MUI) yang menyataan bahwa ajaran ahmadiyah adalah sesat dan menyesatkan. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa keyakinan Ahmadiyah telah menyimpang jauh dari akidah pokok Islam. Berdasarkan keyakinan mereka bahwa pertama, meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi/Rasul setelah Muhammad SAW dan menyatakan siapa yang tidak mempercayainya adalah kafir. Kedua, mereka mempunyai kitab suci sendiri yaitu Tadzkirah. Ketiga, kalangan ahmadiyah mempunyai tempat suci sendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu di Rabwah dan Qadiyan - India bukan Makkah-Arab Saudi. (sumber:www.perpustakan-islam.com). Dan berdasarkan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, setelah dilakukan pengkajian terhadap keyakinan ahmadiyah menghasilkan kesimpulan bahwa Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad SAW bukan nabi terakhir.
Selama hampir 23 tahun, Muhammad SAW menyebarkan ajaran agama islam dengan cara-cara yang santun ditengah-tengah kaum jahiliyah. Bermacam-macam perlakuan entah kekerasan fisik maupun psikis yang telah menimpa Rasullalah SAW dan tidak serta merta dibalas dengan kekerasan pula. Walaupun demikian, dengan sabar dan penuh kasih sayang, beliau tetap menyampaikan risalah dari Allah SWT tersebut.
Islam adalah agama rahmatan lil a'lamin - yang mengajarkan kepada kita untuk memberi rahmat bagi Alam Semesta, tidak hanya rahmat bagi manusia tetapi bagi dunia dengan segala isinya. Artinya mengajarkan juga kepada kita untuk cinta dan damai dalam bertindak dan berperilaku kepada mereka yang mempunyai perbedaan sekalipun. Islam bukanlah pula agama kekerasan dalam menghadapi segala permasalahan kehidupan ini. Lantas, masihkah kita perlu membakar dan menghancurkan masjid milik ahmadiyah sebagai balasan atas penyimpangan ajarannya? Bukankah akan lebih baik membimbing mereka untuk kembali kedalam ajaran islam yang benar dengan tetap menggunakan masjid tersebut sebagai tempat beribadah dan berdakwah? Tidakkah kita berfikir bahwa yang sesat adalah ajarannya bukanlah masjid yang mereka bangun dan mereka gunakan selama ini?

Selasa, 29 April 2008

Goyang Dewi Persik Cermin Akhlak Pemimpin Bangsa

Bayangan apa yang ada dalam benak anda jika sepintas membaca judul diatas? Apakah akhlak pemimpin bangsa ini menyerupai goyangannya dewi persik yang meliuk-liuk penuh gairah yang hanya memperlihatkan bungkus luarnya saja? atau akhlak pemimpin bangsa sudah sedemikian cuek dengan tidak memperdulikan dan tidak memperhatikan norma-norma agama?
Judul diatas bukanlah saya karang sendiri namun merupakan judul berita yang bersumber dari www.detikhot.com pada edisi selasa, 29 april 2008 dan merupakan komentar dari Eros Djarot, budayawan, pencipta lagu sekaligus ketua salah satu partai politik dinegeri ini. Tentu anda sudah mafhum dengan gaya goyangan erotisnya bekas istri saiful jamil yang menurut khalayak ramai seperti tarian striptease. "Goyangan cuma akibat aja. Akhlak dari pemimpin itu kuncinya, kalau akhlaknya dibenerin maka goyangan seperti itu pasti ilang," demikian cetus Eros Djarot. Dalam penilaian Eros bahwa goyangan dewi persik adalah karena adanya permintaan pasar, jika tidak ada permintaan pasar tentu liukkan badan si janda tersebut tidak akan laku.
Ahaa, hukum pasar supply-demand ternyata tidak hanya berlaku dalam entitas bisnis semata, dalam hal goyang-menggoyang tubuh ternyata berlaku juga. Namun, apa jadinya kalau perilaku/akhlak pemimpin bangsa mirip goyang dewi persik yang cuek bebek atas segala norma agama ditengah-tengah maraknya korupsi yang dilakukan oknum-oknum wakil rakyat yang merupakan salah satu pilar pemimpin bangsa juga. Atau mungkin kita termasuk bagian dari masyarakat yang ikut menikmati goyangan erotisnya seorang dewi persik?

Senin, 28 April 2008

Sekolah Tinggi/Institut/Akademi Berstatus Kedinasan

Mungkin kita pernah mengalami kesulitan untuk memperoleh informasi tentang sekolah berstatus kedinasan yang notabene merupakan sekolah gratis yang dibiayai negara dan biasanya dibawah naungan departemen terkait. Dibawah ini terdapat beberapa sekolah berstatus kedinasan yang telah saya inventarisasi dari berbagai sumber dan semoga bermanfaat.
Departemen Dalam Negeri - Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Jatinangor, Sumedang,Jawa Barat - website: http://www.stpdn.ac.id/ // Departemen Keuangan - Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Tangerang, Banten - website: http://www.stan.ac.id/ // Badan Pusat Statistik- Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Jakarta, - website: http://www.stis.ac.id/ // Kepolisian Negara RI - Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, - website: http://www.akpol.ac.id/ // Tentara Nasional Indonesia - Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, - website: http://www.akmil.ac.id/ // Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia - Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Bogor, Jawa Barat, - website: http://www.stsn-nci.ac.id/ // Badan Meteorologi Nasional - Akademi Meteorologi Nasional, Bintaro, Tangerang, - website: http://www.amg.ac.id/ // Departemen Kesehatan - Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan, Kebayoran Baru,Jakarta, - website:http://www.pusdiknakes.ac.id/ // Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI - Akademi Ilmu Pemasyarakatan - Pusdiklat Departemen Kehakiman dan HAM RI, Jl. Raya Gandul, Cinere, Jakarta Selatan16512Telepon : (021) 7545096Fax. : (021) 7545096 // Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI - AKADEMI PIMPINAN PERUSAHAAN (APP), Jl. Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12074 Telepon : (021) 7270215Fax. : (021) 7271847 // Departemen Dalam Negeri RI - INSTITUT ILMU PEMERINTAHAN (IIP), Jl. Ampera Raya, Cilandak Timur, pasar Minggu Jakarta Selatan 12560Telepon : (021) 7806602, 7806944, 7805088, 7827580 Fax. : (021) 7824157 // Departemen Perhubungan RI - SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN JAKARTA, Jl. Marunda Makmur Cilincing, Jakarta Utara 14150, Indonesia Telpone: (62-21) 8899.1618 (Hunting)dan (62-21)4483.4345 Fax: (62-21) 4483.4345 website:http://www.stipjakarta.ac.id/ // Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI - SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INDUSTRI, Jl. Letjen Suprapto 26, Cempaka Putih, Jakarta Pusat Telepon; (021) 4244561, 4244280 // Departemen Kelautan dan Perikanan RI - SEKOLAH TINGGI PERIKANAN, Jl. AUP, RT 001/09, Pasar Minggu, PO Box 7239/PSM, Jakarta Selatan 12520;Telepon : (021) 7805030, 7806874, 78830275,7827378; Faks.: (021) 7805030, 78830275, 7827378, website: http://www.dkp.go.id/ // Departemen Perhubungan RI - SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA, CURUG - BANTEN,Jl. Curug, PO Box 509, Tangerang 15001, Banten Telepon: (021) 5982203, 5982204, 5982205 Faks.: (021) 598234, Website: http://www.stpicurug.ac.id/ // Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI - AKADEMI KIMIA ANALIS - JAWA BARAT, Jl. Ir. H. Juanda 7, Bogor 16122, Jawa Barat Telepon : (0251) 323637, 328648 Faks. : (0251) 328648 // Departemen Pertanian RI - AKADEMI PENYULUHAN PERTANIAN, BOGOR - JAWA BARAT, Jl. Cibalagung, Desa Paslr Bunclr, Kec. Carlngln, Bogor 16001, Jawa Barat Telepon: (0251) 312386 // Lembaga Administrasl Negara RI - SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI - LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA, BANDUNG - JAWA BARAT, Jl. Cimandiri 34-38, Bandung, Jawa Barat Telepon: (022) 437375, 438163, 435665 Faks.; (022) 4207678 // Departemen Sosial RI - SEKOLAH TINGGI KESEJAHTERAAN SOSIAL - JAWA BARAT, Jl. lr. h. Juanda 367, Kotak Pos 1011, Bandung 40135, Jawa Barat Telepon: (022) 2504838 Faks.: (022) 2501330 Website: http://www.stks.ac.id/ // Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI - SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BANDUNG - JAWA BARAT, Jl. Dr. Setiabudhi 186, Bandung 40141, Jawa Barat. Telepon: (022) 2011456, 2011932. Faks.: (022) 2012097. Website: http://www.stp-bandung.ac.id/ // Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI - SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL - JAWA BARAT , Jl. Jend. A. Yani 390, Bandung 40272, Jawa Barat. Telepon: (022) 7272580. Faks.: (022) 7271694. // Badan Pertanahan Nasional - SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL-YOGYAKARTA, Jl Tata Bumi No. 5 Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta Telepon : (0274) 587239 Faks.: (0274) 587239 Website : http://www.stpn.ac.id/ // Departemen Perhubungan RI - POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG - JAWA TENGAH, Jl. Singosari 2A Semarang Telp. (024) 8311527 Fax. (024) 8311529, website:http://www.pipsmg.ac.id/

Jumat, 25 April 2008

Emas: Sarana Lindung Nilai (Hedging) Atas Aset Kita

Masihkah teringat saat kita kecil dulu yang pernah tinggal di desa. Di saat perbankan belum merambah desa, kita sering mendengar dan mengetahui bahwa kakek-nenek atau orang tua memiliki simpanan emas baik dalam bentuk perhiasan maupun emas batangan. Simpanan tersebut seringkali mereka jual untuk membiayai sekolah anak cucu mereka hingga perguruan tinggi. Pernahkah kita berpikir, untuk apa mereka menyimpan aset/harta dalam bentuk emas dan mengapa mereka membeli emas tidak ditujukan mencari keuntungan?
I
nflasi dan Hedging
Mungkin sebagian masyarakat juga belum berpikir mengapa harga emas senantiasa selalu naik yang diikuti dengan peningkatan harga barang-barang lainnya (inflation effect). Tidak pernahkah terpikirkan oleh kita mengapa harga emas seolah-olah mengikuti nilai uang (value of money)? Mengapa pula emas tidak mengalami depresiasi (berkurang nilainya karena umur dan fungsinya) seperti aset(harta) kekayaan lainnya, dan tidak berkurang nilainya karena waktu(time value)? Sadar atau tidak, mengerti atau tidak, yang jelas kakek-nenek dan orang tua kita telah melakukan proteksi atas nilai kekayaannya (aset) yang mereka miliki sebagai bentuk antisipasi dalam kebutuhan masa datang. Mereka telah melakukan tindakan lindung nilai (hedging) secara sederhana. Emas sebagai saran lindung nilai ternyata tidak hanya dilakukan oleh kakek-nenek dan orang tua kita, saat inipun emas masih menjadi salah satu bagian dari portofolio aset dari para pengelola dana global (hedge fund). Komoditas itu dianggap sebagai aset yang terbebas dari risiko inflasi, sehingga bila terdapat indikasi akan adanya kenaikan laju inflasi dan atau kondisi perekonomian tidak menunjukkan pertumbuhan, maka para pengelola dana global itu akan melakukan pemindahan (switching) portofolio mereka dengan memborong emas sebagaimana mereka lakukan saat ini dimana perekonomian global sedang lesu setelah dipicu kredit macet perumahan tingkat bawah (subprime mortgage crisis) dinegeri paman sam dan kenaikan harga minyak dunia.
Karakteristik Pemodal
Sebenarnya sebagai sarana lindung nilai (hedging) secara konvensional selain emas, juga seringkali mereka terapkan pada beberapa aset lain yang mereka miliki. Pilihan tersebut sangat tergantung dengan karakter pemilik dana, karena setiap pilihan akan mengubah risiko yang dihadapi. Seperti halnya tanah, yang juga mengalami penyesuaian terhadap kenaikan harga barang (inflasi). Namun, aset ini memiliki risiko yang berbeda dengan emas. Emas pasti lebih mudah dalam menjualnya, sementara tanah tidaklah demikian. Dalam pengertian lain emas itu lebih likuid dari pada tanah. Kenaikkan harga tanah relatif lebih lambat dari pada emas itu. Penjualan dan kenaikan harga juga tergantung lokasi dan kebijakan tataruang yang ditentukan pemerintah (RUTR). Ini tentunya menjadi suatu risiko yang berbeda dengan emas. Emas lebih berisiko dalam hal soal keamanan karena lebih mudah hilang karena dicuri, dan ini menjadi risiko tersendiri bagi penyimpan emas itu. Persepsi yang berbeda terhadap risiko juga akan membuat keputusan yang berbeda pula dalam pilihan berinvestasi. Namun, lindung nilai atas emas hanya sebagai upaya untuk menimalisasi kerugian atas risiko perubahan harga atau inflasi. Sementara itu, terhadap resiko lainnya mungkin saja masih ada ketika pemilik dana membeli emas. Namun demikian terdapat kemungkinan pemilik dana akan terbebas atas risiko penurunan nilai akibat kenaikan harga secara umum akibat adanya inflasi.
Kelebihan dan Kekurangan Emas
  • Harga emas cenderung stabil bahkan sejarah membuktikan emas dianggap tahan atas tekanan inflasi (zero effect inflation) sehingga emas cocok sebagai sarana lindung nilai (hedging) dan penangkal inflasi.
  • Dapat juga sebagai sarana diversifikasi investasi selain saham, obligasi, reksadana, tanah, property.
  • Harga emas dipatok dalam US$, hal ini berakibat pada dua keuntungan sekaligus yaitu jika terdapat kenaikan dollar maka akan ada kenaikan harga emas itu sendiri. Namun, jika terjadi penurunan maka akan terjadi kondisi sebaliknya.
  • Dalam hal penyimpanan (storage and handling) relatif berisiko sebagaimana disebutkan diatas dan untuk jangka panjang kemungkinan bisa terjadi oksidasi dan perubahan warna sekalipun disimpan dengan protective cover.
  • Kurang menggairahkan dalam hal kenaikan nilai keuntungan (return) dibandingan saham, reksadana bahkan mungkin dengan property.

(sumber: duniaemas.blospot.com dan nofieiman.com)

Kamis, 24 April 2008

Mencoba Jadi Blogger

Hari ini, Kamis, 24 April 2008, jam 07.15 WIB, Jakarta adalah pertamakali saya mencoba untuk menulis di webblog ini sebelum ngejalanin pekerjaan rutin dikantor, kebetulan waktunya pas berbarengan dengan bosku ulang tahun entah yang keberapa padahal gak ada niatan untuk mbarengi dengan acara ulang tahunnya. Tapi kok bingung dan mendadak gagu ya mau nulis apa......ya sudahlah yang penting sudah punya webblog ini dan bisa buat nyenengin perasaan yang seringkali ngiri sama teman-teman pada pinter nulis diwebblog. moga-moga kedepan bisa lancar untuk bisa nulis meskipun dalam bentu featuress....
Buat bos ,... selamat ulang tahun semoga sukses dan sehat selalu...thank's bos, atas opera cake-nya tapi sayang cuman dapat sepotong..lha, kok namanya kayak gedung opera di ostrali, emang gak ada nama laen ya......Hmm, harvest kok gak punya ide nama apa...
At least, ya namanya juga baru pertamakali nulis dan punya webblog jadi cuman ini aja dulu tulisannya tar kalo sdh mahir nulisnya yang buanyak dan lebih bernas biar enak dibaca..mohon maklum adanya..hehehehe.
oh ya, dorongan untuk mencoba menulis dan punya webblog karena seringnya saya membuka dan membaca blog yang ini milik mas nofie iman hampir tiap hari pasti membuka webblog tsb hingga bisa mendapatkan tambahan banyak pengetahuan. konon kabarnya, beliau termasuk blogger teraktif di indonesia versi majalah tempo meski bidang yang digeluti bukanlah dunia jurnalistik. Dan jangan lupa klik ke sini milik mas budi putra, banyak tips buat blogger pemula seperti saya.