Senin, 10 November 2008

Eksekusi Trio Bomber Bali I: Siapa yang diuntungkan???

Minggu, 9 November 2008 tepat pukul 00.15 WIB di Lembah Nirbaya Nusakambangan Cilacap, Amrozi, Muklas, Imam Samudra menjalani hukuman tembak oleh Brimobda Jawa Tengah setelah menjalani masa penantian selama 4 tahun lebih terkait peran mereka sebagai eksekutor lapangan dalam pengeboman di paddy's cafe dan sari club kuta Bali dan menjadikan 102 202 orang sebagai korban akibat aksinya. Polri sampai dengan saat ini belum dapat mengungkap siapa aktor intelektual dibalik aksi mereka, sesuatu hal yang masih menjadi misteri.
Aksi mereka oleh masyarakat disebut tragedi bom bali I terjadi Oktober 2002 secara kebetulan diduga merupakan rentetan peristiwa lanjutan sejak 11 September 2001 -'Black September'- dan oleh Amerika Serikat dijadikan dasar justifikasi tindakan arogansi melawan teroris (?) diseluruh sudut dunia. Tak pelak lagi Indonesia mendapat tekanan dari Amerika Serikat untuk segera menyelesaikan tragedi bom bali I, juga kemudian diterbitkan UU Pemberantasan Terorisme sebagai upaya partisipasi dalam perang global melawan teror. Segala macam dukungan untuk keperluan memberantas teror segera digelontorkan oleh Amerika Serikat dan Australia kepada Indonesia, Densus 88 Anti Teror-pun dibentuk sebagai jawaban atas dukungan itu.
Mungkin terinspirasi oleh buku Samuel Huntington - Clash Civilization- , Presiden George W Bush mengobarkan perang global (tepatnya perang peradaban kepada kaum muslim), invasi ke Irakpun menjadi sesuatu yang dihalalkan dengan dalih Presiden Saddam Husein termasuk juga pendukung teroris dengan mempunyai arsenal nuklir. Nyatanya, sampai dengan sekarang diIrak tidak ditemukan secuilpun arsenal nuklir, yang terjadi adalah penghancuran peradaban Islam diIrak. Ingat, banyak manuskrip Islam tua yang dihancurkan dan dicuri.
Kini, ketiga aktor lapangan bom bali I telah tiada. Banyak pihak merasa lega dengan eksekusi yang telah dilaksanakan pemerintah, tidak kurang Australia yang paling banyak warga negaranya menjadi korban turut senang, mereka menggangap hukuman mati adalah hukuman yang layak ditimpakan kepada trio bomber itu. Liputan peristiwa eksekusi tersebut banyak menyita perhatian media massa baik lokal maupun internasional, tak kurang media televisi melakukan siaran langsung sesaat setelah hukuman mati dilaksanakan di LP Nusakambangan dan pagi harinya bak jamur dimusim hujan, berbagai komentar bermunculan di televisi, dalam running text TVOne muncul komentar menggelitik dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM): Eksekusi akan mendorong iklim investasi meningkat di Indonesia. Apa urgensi langsung eksekusi mati dengan investasi di Indonesia? Padahal kita mengerti saat sekarang perekonomian dunia sedang limbung akibat meriangnya ekonomi Amerika Serikat. Muncul juga komentar yang mengaitkan selesainya eksekusi dengan peningkatan citra Presiden SBY dimata rakyat Indonesia menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2009.
Sebenarnya, siapa yang diuntungkan dengan selesainya pelaksanaan ekseskusi mati Trio Bomber itu???.....

Jumat, 17 Oktober 2008

Pesta Blogger 2008: Independen-kah ????

Ternyata punya weblog sebenarnya banyak manfaatnya meski gratis dan tak harus sewa hosting, disitu bisa dilakukan upaya belajar menulis, mengungkapkan ekspresi, mengaktualisasikan diri. Kenapa saya tekankan bisa dilakukan belajar menulis, pertama, bisa menstimulus budaya tulis menulis dan bagi orang indonesia adalah sesuatu yang kurang membudaya dan jujur saja, saya sendiri -blogger pemula- baru beberapa bulan ini belajar menulis di weblog ini. Kedua, dengan punya weblog mengharuskan saya untuk mencari 'ilmu' bagaimana bisa untuk 'merawatnya' dengan jalan mencari dan membuka weblog milik orang lain, dan tentunya dengan serta merta akan mengklik tautan weblog lainnya lagi. Dari sinilah proses mencari, menambah, pengetahuan semua bidang, memperluas cakrawala pandang semakin berkembang. Banyak sekali blogger yang tulisannya bagus-bagus, bermutu dan layout blog menarik sekaligus menggelitik, tidak kalah dengan penulis mapan yang biasa muncul di koran, majalah mainstream.
Memang tidak semua blogger menulis dengan jujur, memberi informasi berimbang. Pernah pula saya temukan webblog entah siapa yang punya baik tulisan, gambar dan layout blognya kacau sekali, isinya cuma makian, sumpah serapah, tendensius, SARA , provokatif dan lain-lain. Pada dasarnya sangat tidak beretika, tidak bermutu dan ammoral sekali. Tetapi, dari sekian blogger 'nakal' itu lebih banyak blogger yang jujur, bertanggungjawab, berkualitas tulisannya baik dilihat dari etika maupun moralnya. Blogger nakal kalau diibaratkan dalam bagian tubuh kita cuma ukurannya seupilnya saja, tak ada artinya dan tak ada pengaruhnya. Jadi, adanya tudingan kalau blogger itu cenderung kearah negatif, tidaklah sepenuhnya benar, absurd.
Ide yang cemerlang dan perlu didukung akan diadakan Pesta Blogger 2008 dalam waktu dekat. Diharapkan pesta blogger agar mampu menjadi penghimpun blogger Indonesia yang semakin hari semakin banyak dan akan memberikan nilai positif terhadap manfaat dan keberadaan bagi bangsa ini. Pesta bloger kali ini adalah yang kedua kali dilaksanakan, yang pertama telah setahun lalu diselenggarakan bertempat di Jakarta. Kabarnya, sukses dan dibuka oleh Menkominfo - Ir Muhammad Nuh- dan ditetapkan tanggal dan bulan tersebut sebagai hari blogger Indonesia.
Patut dimaklumi, weblog identik dengan sarana mengkritisi atas ketidakberesan terhadap semua hal dan sering kali dijadikan sebagai ajang perlawanan terhadap ketidakadilan yang tercipta dibumi ini serta sifat ketidakberpihakan (independen) kepada salah satu pihak. Ada satu hal yang jadi perhatian saya yaitu sponsor dalam rencana pesta blogger 2008 dengan keikutsertaan pemerintah Amerika Serikat yang diwakili oleh Departement Of State-United States Of America. Alih-alih ingin menjadikan himpunan blogger sebagai ajang persaudaraan yang bebas (independen) dan bertanggung jawab untuk mengkritisi terhadap sesuatu hal yang berbau ketidakadilan yang ada, tidakkah adanya sponsor tersebut akan membuat pesta blogger terkooptasi oleh kepentingan Pemerintah Amerika Serikat baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tarik ulur atas kepentingan negara tersebut tentu akan mencederai semangat persaudaraan dan perlawanan yang selama ini diletupkan hampir semua blogger. Tidakkah kita ingat saat Indonesia melakukan 'pertempuran' dengan Malaysia karena mengklaim lagu Rasa Sayange berasal dari negeri jiran dan kita bisa lihat berapa banyak blogger Indonesia dengan semangat 45 kembali berkobar untuk saling bahu membahu menyerang blogger Malaysia ???. Rasa persaudaraan dan perlawanan saat itu timbul tanpa dikomando, serentak blogger kita 'menghantam' beradu argumentasi dengan blogger Malaysia, didasari oleh tindakan kesewenang-wenangan mengambil hak yang bukan miliknya.
Sekali lagi, apakah mungkin pesta blogger 2008 tidak akan terkooptasi terhadap kepentingan pemerintah Amerika Serikat yang akan menjadi salah satu sponsorship sponsor pesta blogger 2008.