Usai sudah kejuaraan sepak bola Euro 2008 yang akhirnya dimenangkan Tim Kesebelasan Matador (Spanyol) melawan Jerman dengan skor sangat irit 1-0. Dari awal kejuaraan yang dimulai dari babak penyisihan grup D, penampilan Spanyol sangat mengesankan, tak pernah kalah dengan agregat kemenangan diatas 2. Tim besutan pelatih Luis Aragones yang dijaga oleh kiper Iker Casillas hanya kemasukan 4 gol yang merupakan terkecil kebobolan gol dibanding tim negara lainnya dan terakhir sukses menghempaskan Jerman yang notabene saat itu banyak para pengamat sampai penggila judi sepak bola memprediksi Jerman akan mampu menggulung Spanyol. Ritme permainan menyerang yang mereka sungguhkan enak untuk ditonton, mulai dari babak penyisihan sampai dengan partai final. Dengan dimotori oleh Xavi Hernandes, Andres Iniesta dan Cesc Fabregas yang berperan sebagai playmaker mampu mensuplai bola ke semua lini.
Ada sesuatu yang cukup menarik dengan pemain Spanyol yaitu postur tubuhnya. Berdasarkan data resmi uefa yang ada, terdapat 6 pemain (23 %) Spanyol mempunyai tinggi badan dibawah 175 cm, mereka adalah Santi Carzola (169 cm), Xavi Hernandes (170 cm), David Silva (170 cm), Andres Iniesta (170 cm), David Villa (175 cm) dan Sergio Garcia (175 cm). Selebihnya antara 175 cm - 185 cm sebanyak 56,5 % dan diatas 185 cm sejumlah 17,4 %. Dan kalau dirata-rata pemain spanyol mempunyai postur tubuh 179,61 cm atau secara umum paling pendek diantara peserta kejuaraan Euro 2008.
Postur tubuh tubuh yang relatif mungil yang mereka miliki (untuk ukuran orang-orang eropa) ternyata mereka mampu menang disemua pertandingan dan dengan aggresivitas tinggi mampu memobilisasi bola ke gawang lawan. Pada partai final itu, terlihat David Silva, Andres Iniesta dan Xavi Hernandes dengan aggresivitas tinggi mampu memberikan bola ke lini tengah dan depan meskipun seringkali mereka dihadang dan diganjal bahkan tidak jarang di-tackle oleh pemain lawan yang postur tubuhnya tinggi dan besar. Mereka juga sering maju ke depan guna mendukung serangan yang dibangun Cesc Fabregas, kemudian disodorkan kepada Fernando Torres.
Dengan postur tubuh yang demikian tidaklah menjadikan kendala bagi mereka untuk mampu tampil menyerang sepenuhnya. Artinya, dengan postur tubuh pendek bukan berarti power, speed, spirit, aggresivitas dan kekompakan mereka berkurang dan bahkan merasa inferior berhadapan dengan tim-tim negara borpostur tubuh tinggi - besar. Akhirnya seorang David Villa-pun mampu menjadi top scorer dengan mengemas 4 gol dimana saat melawan Rusia menciptakan 3 gol sekaligus. Dan Xavi Hernandes juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Euro 2008.
Lalu, apakah kemampuan pemain sepak bola Spanyol dengan tim sepakbola Indonesia layak di sejajarkan?? Kalau melihat kemiripan postur tubuh antara pemain sepak bola Spanyol dan Indonesia (rata-rata dibawah 175 cm) rasanya pemain-pemain sepak bola kita sanggup membuat prestasi yang cukup gemilang. Katakanlah, tidak musti level Asia cukup tingkat Asia Tenggara saja dulu. Haruskah pemain sepak bola kita merasa inferior terus dengan kemampuan tim sepak bola sendiri. Pemain sepak bola Spanyol saat ini cukup dikaruniai Tuhan dengan fisik yang hampir sama dengan pemain sepak bola Indonesia, berarti dengan kondisi tersebut, power, speed, aggresivitas juga sama bukan ?? Apakah kurang kompak dan kurang termotivasi? bukankah kita banyak mempunyai motivator ulung sebut saja Tung Desem Waringin, Andri Wongso dan lain-lain, mereka dapat diserahi tugas untuk memotivasi. Mereka bisa, kenapa kita gak bisa.... Ayo kamu bisa !!! Ah, jangan cuma mampu memetik kelapa dengan bola yang dijadikan alat pemetiknya (lihat iklan Extrasjoss-Bambang Pamungkas & Ponaryo Astaman beraksi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar