Tersiar kabar Pemerintah akan menaikan harga BBM bersubsidi maksimal sebesar 30 % dalam waktu belum ditentukan, entah besok, lusa, minggu depan atau kapan-kapan. "Dengan kenaikan harga BBM rata-rata sebesar 30 itu, semuanya direncanakan akan dialihkan untuk kompensasi rakyat kecil sebagai akibat ikut menanggung kenaikan tersebut," ujar Kepala Bapennas. Bersama dengan Departemen Keuangan dan Departemen Sosial akan dilakukan kajian dan pembahasan mekanisme kompensasi yang akan dibagikan kepada rakyat kecil dengan target 19,1 juta kepala keluarga.
Beberapa waktu yang lalu, Pemerintah berjanji bahwa hingga tahun 2009 tidak akan menaikan harga BBM walaupun mengalami kenaikan harga minyak dunia cukup tinggi. Kalaupun akan menaikan harga BBM adalah opsi terakhir dari beberapa alternatif solusi yang akan disiapkan akibat harga minyak dunia yang meroket sampai US$ 120 per barrel, sementara asumsi APBN sebesar US$ 95 per barrel dan diperkirakan menyebabkan membengkaknya subsidi BBM hingga lebih dari Rp 125 trilliun. Beberapa alternatif yang mungkin dapat diupayakan, Pertama, efisiensi anggaran kementrian atau lembaga hingga 20% untuk belanja rutin atau barang. Kedua, menaikkan produksi (lifting) minyak Indonesia. Ketiga, jika memungkinkan untuk meminta penjadwalan ulang atas pembayaran utang luar negeri (rescheduling).
Namun, masyarakat nampaknya sudah memaklumi bahwa janji tidak akan menaikan harga BBM sebatas janji politik demi mengamankan citra politik pemerintah menjelang Pemilu 2009. Jadi, janji tidak akan menaikan harga BBM - meminjam judul dalam salah satu film warkop - mannaa tahannn ????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar